Janganlah kalian menuntut ilmu untuk membanggakannya terhadap para ulama dan untuk diperdebatkan di kalangan orang-orang bodoh dan buruk perangainya. Jangan pula menuntut ilmu untuk penampilan dalam majelis (pertemuan atau rapat) dan untuk menarik perhatian orang-orang kepadamu. Barangsiapa seperti itu maka baginya neraka … neraka. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Senin, 07 Maret 2011

Bagaimana Einstein Membangun Teori Relativitas??

Siapa yang tidak kenal formula Einstein E = m c2 atau paradoks si kembar yang mendapati saudara kembarnya sudah jauh lebih tua setelah ia melakukan perjalanan dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya? Namun tidak semua orang tahu kalau “keajaiban” tersebut hanyalah bagian kecil dari teori relativitas Einstein, serta bagaimana sebenarnya Einstein mendapatkan teori relativitas tersebut.

Pada tanggal 14 Desember 1922 Albert Einstein menyampaikan kuliah umum di depan mahasiswa Kyoto Imperial University tentang ide-ide yang melatar-belakangi lahirnya teori relativitas khusus dan umum. Kuliah ini merupakan bagian dari lawatan Einstein ke Jepang selama 43 hari di penghujung tahun 1922 bersama istrinya Elsa. Lawatan ini cukup unik, karena inilah satu-satunya lawatan Eistein ke Asia. Selama kunjungan tersebut, Einstein memiliki jadwal yang sangat ketat, ia harus memberikan kuliah untuk para profesional (fisikawan) serta publik umum.

Tahun berikutnya, catatan kuliah ini diterbitkan oleh sebuah majalah bulanan Jepang yang bernama Kaizo. Prof. Masahiro Morikawa dari Ochanomizu University menerjemahkan artikel tersebut ke dalam bahasa Inggris dalam buletin Asosiasi Himpunan Fisikawan Asia Pasifik yang terbit bulan April lalu. Seperti keyakinan Prof. Morikawa, saya pun sependapat bahwa artikel ini selayaknya diketahui masyarakat. Satu hal penting yang dapat kita pelajari dari kuliah ini adalah fakta bahwa sebagai manusia biasa Einstein pernah hampir putus-asa karena sulitnya problem relativitas. Namun kombinasi antara ketekunan, kerja keras, kejeniusan, hubungan baik dengan sesama ilmuwan, serta keberuntungan yang ia miliki, merupakan faktor yang akhirnya menentukan keberhasilan Einstein melahirkan kedua teori relativitas tersebut. Hal ini tentu saja patut menjadi renungan bagi para ilmuwan di republik ini.

Berikut adalah terjemahan pidato Einstein tersebut.

Bukanlah suatu hal yang mudah untuk menceritakan secara lengkap bagaimana saya mendapatkan teori relativitas. Hal ini disebabkan oleh adanya beragam kompleksitas yang secara tidak langsung memotivasi pemikiran manusia. Saya pun tidak ingin menyampaikan secara rinci perkembangan pemikiran saya berdasarkan makalah-makalah ilmiah saya, namun saya akan secara sederhana menyampaikan pada anda esensi perkembangan pemikiran tersebut.

Pertamakali saya mendapatkan ide untuk membangun teori relativitas sekitar 17 tahun lalu (1905). Saya tidak dapat mengatakan secara eksak darimana ide semacam ini muncul, namun saya yakin ide ini berasal dari masalah optik pada benda-benda yang bergerak. Cahaya merambat dalam lautan ether dan bumi bergerak dalam ether yang sama. Oleh karena itu gerakan ether haruslah dapat diamati dari bumi. Namun saya tidak pernah menemukan satu bukti pengamatan aliran ether tersebut di dalam literatur fisika. Saya sangat terdorong untuk membuktikan aliran ether relatif terhadap bumi, dengan kata lain gerakan bumi di dalam ether. Pada saat itu saya sama sekali tidak meragukan eksistensi ether serta gerakkan ether tersebut. Sebenarnya saya mengharapkan kemungkinan pengamatan pada perbedaan antara kecepatan cahaya yang bergerak searah dengan gerakan bumi dan cahaya yang bergerak berlawanan (dengan bantuan pantulan cermin). Ide saya dapat direalisasi dengan menggunakan sepasang termokopel untuk mengukur perbedaan panas atau energi mereka. Ide ini mirip dengan eksperimen interferensi Albert Michelson, namun saat itu saya tidak begitu familiar dengan eksperimen Michelson. Saya berkenalan dengan hasil-nihil (null-result) eksperimen Michelson saat saya masih mahasiswa dan sejak saat itu saya sangat terobsesi dengan ide saya. Secara intuisi saya merasakan bahwa jika kita menerima hasil-nihil tersebut maka ia akan mengantarkan kita pada satu kesimpulan bahwa pandangan kita tentang bumi yang bergerak di dalam ether adalah salah. Ini adalah langkah pertama yang menarik saya ke arah teori relativitas khusus. Sejak saat itu saya mulai yakin bahwa jika bumi bergerak mengelilingi matahari maka gerakannya tidak pernah dapat dideteksi dengan eksperimen yang menggunakan cahaya.

Pada tahun 1895 saya membaca makalah Hendrik Lorentz yang mengklaim bahwa ia dapat memecahkan problem elektrodinamika seutuhnya melalui pendekatan pertama, yaitu suatu pendekatan dimana pangkat dua atau lebih dari rasio antara kecepatan benda dan kecepatan cahaya diabaikan. Setelah itu saya mencoba mengembangkan argumen Lorentz pada hasil eksperimen Armand Fizeau dengan mengasumsikan bahwa persamaan gerak elektron, sebagaimana telah dibuktikan Lorentz, berlaku dalam sistem koordinat baik yang mengacu pada benda bergerak maupun pada vakuum. Saya yakin dengan keabsahan elektrodinamika yang disusun oleh Maxwell dan Lorentz dan saya sangat yakin bahwa mereka dengan tepat menjelaskan fenomena alam yang sebenarnya. Lebih-lebih pada fakta bahwa persamaan yang sama berlaku dalam sistem koordinat bergerak serta sistem vakuum, jelas memperlihatkan sifat invarian (tidak berubah) cahaya. Walau demikian, kesimpulan ini bertentangan dengan hukum komposisi kecepatan yang dianut saat itu. Mengapa kedua hukum dasar ini bertentangan satu sama lain? Masalah besar ini membuat saya berfikir keras. Saya harus menghabiskan setahun penuh dengan sia-sia dalam mengeksplorasi kesempatan memodifikasi teori Lorentz. Masalah ini terlihat terlalu berat untuk saya!

Suatu hari, sebuah percakapan dengan teman saya di Bern membantu saya memecahkan masalah besar ini. Saya mengunjunginya pada hari yang cerah dan bertanya padanya: “Saat ini saya sedang dihadapkan pada masalah besar yang saya kira tidak pernah dapat diselesaikan. Sekarang saya ingin membagi masalah ini dengan anda.” Saya menghabiskan pelbagai diskusi dengannya. Tiba-tiba saya mendapatkan ide yang sangat penting. Esoknya saya katakan kepadanya : “Terimakasih banyak. Saya telah memecahkan seluruh masalah saya.”

Ide utama saya untuk pemecahan masalah ini berkenaan dengan konsep waktu. Waktu tidak boleh didefinisikan a priori sebagai suatu realitas absolut. Waktu haruslah bergantung pada kecepatan sinyal. Masalah besar ini dapat diselesaikan dengan konsep baru tentang waktu.

Hanya dalam lima minggu saya dapat menyelesaikan prinsip relativitas khusus setelah penemuan tersebut. Saya juga tidak memiliki keraguan akan keabsahan prinsip ini dari sisi filosopis. Lagipula prinsip ini sesuai dengan prinsip Mach, paling tidak sebagian jika dibandingkan dengan kesuksesan teori relativitas umum. Inilah cara saya membangun teori relativitas khusus.

Langkah pertama menuju teori relativitas umum muncul dua tahun kemudian (1907) dengan cara yang berbeda.

Saya tidak terlalu puas dengan teori relativitas khusus karena prinsip relativitas hanya terbatas pada gerak relatif dengan kecepatan konstan namun tidak dapat diaplikasikan pada gerak secara umum. Pada tahun 1907 saya diminta oleh Johannes Stark untuk menulis ulasan tentang pelbagai hasil eksperimen dari teori relativitas khusus dalam laporan tahunannya Jahrbuch der Radioaktivitaet und Elektronik. Ketika diminta untuk menulis artikel ini saya sadar bahwa teori relativitas khusus dapat diterapkan pada semua fenomena alam kecuali gravitasi. Saya benar-benar ingin mencari jalan untuk menerapkan teori ini pada kasus gravitasi. Namun saya tidak dapat menyelesaikan hal ini dengan mudah. Satu hal yang membuat saya frustrasi adalah fakta bahwa meski teori relativitas khusus memberikan relasi yang sempurna antara kelembaman dan energi, sementara relasi antara kelembaman dan berat (inersia dan sistem gravitasi) tidak tersentuh sama sekali. Saya curiga bahwa masalah ini berada jauh di luar cakupan teori relativitas khusus.

Suatu hari saya sedang duduk di atas sebuah kursi di Kantor Paten Swiss di Bern. Inilah saatnya sebuah ide cemerlang melintas di benak saya. “Seseorang yang jatuh bebas tidak akan mengetahui berat badannya.” Ide sederhana ini memberi saya pemikiran yang mendalam. Emosi liar yang melanda saya saat itu mendorong saya ke arah teori gravitasi. Saya kembali berfikir, “Seseorang yang jatuh bebas memiliki percepatan.” Pengamatan yang dilakukan oleh orang ini sebenarnya dilakukan pada sistem yang dipercepat. Saya memutuskan untuk memperluas prinsip relativitas dengan memasukkan percepatan. Saya juga berharap, dengan menggeneralisasi teori ini saya akan sekaligus memecahkan masalah gravitasi. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa orang yang jatuh bebas tidak merasakan berat badannya akibat adanya medan gravitasi lain yang menghilangkan medan gravitasi bumi. Dengan kata lain, setiap benda yang dipercepat membutuhkan medan gravitasi baru.

Meski demikian saya tidak dapat memecahkan masalah ini secara utuh. Delapan tahun saya habiskan untuk menurunkan relasi yang nyata. Sebelum itu, saya hanya mendapatkan potongan-potongan dasar teori tersebut.

Ernst Mach juga mengklaim prinsip ekivalensi antar sistem-sistem yang dipercepat. Namun jelas hal ini tidak cocok dengan geometri biasa. Hal ini disebabkan karena jika sistem-sitem semacam ini diizinkan, maka geometri Euclidean tidak berlaku di setiap sistem. Menjelaskan hukum fisika tanpa geometri sama saja dengan menjelaskan suatu pemikiran tanpa kata-kata. Kita harus mempersiapkan kata-kata tersebut sebelum kita dapat menjelaskan pemikiran kita. Jadi, apa yang harus saya letakkan sebagai landasan teori saya?

Masalah ini tetap tak terselesaikan hingga tahun 1912. Pada tahun itu saya menyadari bahwa teori permukaan Karl Friedrich Gauss dapat menjadi dasar yang baik untuk memecahkan misteri di atas. Bagi saya, koordinat permukaan Gauss merupakan peralatan yang sangat penting. Namun saya tidak mengetahui bahwa George Riemann sebelumnya telah mengembangkan dasar-dasar geometri yang sangat mendalam. Saya hanya ingat teori Gauss yang saya dapat dalam kuliah dari seorang dosen matematika bernama Carl Friedrich Geiser ketika saya masih mahasiswa. Jadi saya semakin yakin bahwa sifat-sifat dasar dari geometri haruslah memiliki arti fisis.

Sekembalinya saya ke Zurich dari Praha saya menemui teman dekat saya, seorang ahli matematika, Marcel Grossmann. Ia membantu saya mencarikan referensi-referensi matematika yang agak asing bagi saya ketika saya masih di kantor paten Swiss di Bern. Inilah untuk pertamakali saya belajar darinya hasil karya Curbastro Ricci serta makalah-makalah Riemann. Saya tanyakan kepadanya apakah masalah saya dapat diselesaikan dengan teori Riemann, yaitu apakah invarian dari elemen garis cukup untuk menentukan seluruh koefisien yang saya cari. Selanjutnya, saya berkolaborasi dengannya dalam menulis sebuah makalah pada tahun 1913, meski persamaan gravitasi yang sesungguhnya belum dapat diturunkan saat itu. Penyelidikan lebih lanjut dengan menggunakan teori Riemann, sayangnya, menghasilkan banyak kesimpulan yang bertentangan dengan harapan saya.

Dua tahun berikutnya berlalu saat saya masih memutar otak untuk memecahkan masalah ini. Pada akhirnya saya menemukan satu kesalahan pada perhitungan saya sebelumnya. Saya kembali mencoba menurunkan persamaan gravitasi yang benar berdasarkan teori invarian. Setelah dua minggu bekerja, jawaban akhir muncul di depan saya.

Setelah tahun 1915 saya mulai mengerjakan problem kosmologi. Riset yang saya lakukan menyangkut geometri dan waktu jagad raya. Riset ini didasarkan pada pembahasan syarat batas teori relativitas umum dan argumen kelembaman Mach. Meski saya tidak mengetahui sejauh mana dampak ide Mach pada substansi relativitas umum dari kelembaman, saya yakin bahwa pemikiran besar ini merupakan filosopi dasar saya.

Mula-mula saya mencoba membuat syarat batas persamaan gravitasi menjadi invarian. Belakangan saya bahkan dapat menghilangkan batasan ini dengan asumsi bahwa jagad raya bersifat tertutup. Dengan demikian saya berhasil memecahkan masalah kosmologi. Sebagai hasilnya diperoleh bahwa kelembaman muncul sebagai satu sifat relatif di antara materi dan haruslah lenyap jika tidak ada benda lain yang berinteraksi dengannya. Saya yakin jika sifat penting ini membuat teori relativitas umum memuaskan kita bahkan dalam pandangan epistemologi sekalipun.

Dengan ini saya ingin mengakhiri cerita singkat saya tentang bagaimana saya membangun teori relativitas. Terimakasih banyak.

Rabu, 24 November 2010

10 Negara Termiskin Di Dunia

VIVAnews - Kemiskinan rupanya masih menjadi persoalan besar di seluruh dunia, terutama di kawasan Asia selatan dan Afrika. 

Itu terungkap dari publikasi majalah bisnis terkemuka AS, Global Finance yang merilis data terbaru daftar negara kaya dan miskin di dunia.

Majalah ini menampilkan 182 negara di seluruh dunia dari yang paling kaya hingga paling miskin. Jika negara paling kaya dipegang oleh Qatar, sedangkan posisi termiskin dipegang oleh Republik Kongo.

Kawasan paling miskin di dunia terbanyak terjadi di benua Afrika, benua yang kerap mengalami bencana kelaparan, serta sering menghadapi konflik berkepanjangan, baik berupa pemberontakan dan perang saudara. 

Sebuah studi dari World Institute di United Nations University melaporkan njomplangnya kondisi Afrika dibandingkan belahan bumi lainnya. Sebanyak 1 persen orang terkaya dunia menguasai 40 persen aset global, bahkan 10 persen orang terkaya dunia menguasai 85 persen aset dunia. 

Sebaliknya, Bank Dunia mencatat pada 2008 sebanyak 1,4 miliar orang hidup dengan US$1,25 per hari. Itu mencakup hampir 15 persen dari populasi dunia atau hampir 1 miliar orang. Meski begitu, sejak 2001 sebanyak 192 negara anggota PBB mulai mengikuti program "Millennium Development Goal" dengan tujuan memberantas kemiskinan ekstrim dan kelaparan.

Metode yang digunakan untuk menentukan kekayaan negara adalah membandingkan standar hidup penduduk satu negara secara keseluruh dengan menggunakan produk domestik bruto (PDB) per kapita yang didasarkan pada paritas atau keseimbangan daya beli secara internasional.

Ini mengukur standar hidup antar negara dengan menggunakan indikator biaya hidup relatif, inflasi, serta nilai tukar suatu negara yang dikonversi ke mata uang bersama (dolar internasional atau dolar AS).

Jika kemarin kami tampilkan profil daftar negara paling kaya di dunia, berikut ini daftar negara paling miskin di dunia. 

1. Republik Kongo 
Menempati posisi nomor satu paling miskin di dunia, produk domestik bruto (PDB) per kapita penduduk Kongo sebesar US$342 atau Rp3 juta per tahun. Tingkat PDB Kongo sebesar US$10,7 miliar pada 2008 dengan mengandalkan perekonomian pada sektor pertanian, seperti kopi produk kayu, serta sumber alam seperti permata, emas dan minyak.

Terletak di benua Afrika, Kongo memiliki wilayah 342 ribu kilometer persegi dengan jumlah penduduk hanya 3,7 juta jiwa. Jumlah penduduk hidup dalam kemiskinan sebanyak 74 persen dengan usia harapan hidup 55 tahun.  

2. Zimbabwe 
Zimbabwe merupakan negara paling miskin kedua di dunia. Tingkat PDB per kapita penduduk Zimbabwe sebesar US$365 atau Rp3,28 juta per tahun. Perekonomian negara di benua Afrika ini mengandalkan pertanian seperti kapas, tembakau dan pertambangan seperti emas dan platinum, serta industri tekstil.

Perekonomian Zimbabwe juga sering kacau balau. Bayangkan, Zimbabwe merupakan satu negara dengan catatan rekor inflasi tertinggi di dunia, bahkan pernah mencapai 11,2 juta persen pada Agustus 2008. Zimbabwe juga dikenal sebagai negara yang pernah mengeluarkan pecahan mata uang terbesar di dunia, yakni 100 miliar dolar Zimbabwe. 

3. Burundi 
Burundi menempati urutan ketiga sebagai negara paling miskin di dunia yang berlokasi di Afrika. PDB per kapita warga Burundi sebesar US$410 atau Rp3,69 juta per tahun. PDB negara ini hanya US$1,1 miliar pada 2008 dengan cadangan devisa cuma US$322 juta. Dengan total luas 27 ribu kilometer persegi, jumlah populasi Burundi mencapai 8,1 juta jiwa. Dari jumlah itu, sebanyak 93,4 persen penduduk hidup dalam kondisi miskin. Usia harapan hidup hanya 49 tahun. 
 
4. Liberia 
Liberia menempati posisi keempat sebagai negara termiskin di dunia dengan PDB per kapita sebesar US$434 atau Rp3,9 juta per tahun. Total PDB negara ini sebesar US$870 juta dan mengandalkan sebagian besar pendapatan pada sektor pertanian, seperti karet, kopi dan coklat. Meski luasnya 111 ribu kilometer persegi di benua Afrika, jumlah penduduk Liberia cuma 4,13 juta jiwa. Sebagian besar atau 94,8 persen juga hidup dalam kemiskinan. 

5. Eritria
Terletak di Afrika Timur, Eritria merupakan negara paling miskin kelima di dunia. Tingkat PDB per kapita sebesar US$676 atau Rp6 juta per tahun. Perekonomian Eritria mengandalkan pada sektor pertanian, seperti tembakau, kapas, sorgum dan ternak, serta sektor industri seperti tekstil, semen dan pangan. Total PDB Eritria sebesar US$1,6 miliar pada 2008. Luas wilayah Eritria sebesar 117 kilometer persegi dengan jumlah penduduk hanya 4,9 juta jiwa.

10 Negara Terkaya di dunia

VIVAnews - Kekuatan ekonomi suatu negara biasanya diukur melalui Produk Domestik Bruto (PDB). Menilik angka itu, Amerika Serikat masih menduduki posisi tertinggi sebagai negara kaya melampaui China dan Jepang, Agustus silam. 

Namun, PDB tidak mampu menunjukkan kekayaan negara yang sesungguhnya karena bisa jadi uang itu hanya terkonsentrasi di sejumlah pengusaha, bukan pemerintah. Itulah mengapa nilai Pendapatan Nasional Bruto (PNB) menjadi penting untuk mengukur kekayaan suatu negara. 

Berikut 10 negara dengan PNB tertinggi per kapita, berdasar data terbaru Bank Dunia, seperti dikutip dari laman Daily Finance:

1. Luxemburg 
PNB per kapita: $58,810
Tingkat buta huruf: 1%
Tingkat pengangguran: 4,8%
Anggaran belanja pendidikan per PDB: 3,7%

Merupakan daratan kecil yang berbatasan dengan Prancis, Jerman, dan Belgia. Diapit sejumlah negara besar, negara ini tumbuh menjadi salah satu pusat bisnis utama di Benua Eropa. Dalam tiga tahun ke depan, negara ini berencana menyediakan layanan bandwidth dengan kapasitas supertinggi untuk mendorong pengembangan ekonomi digital yang canggih.

2. Norwegia
PNB per kapita: $55,190
Tingkat buta huruf: 0%
Tingkat pengangguran: 1,7%
Anggaran belanja pendidikan per PDB: 6,7%

Merupakan negara superkaya yang mendapat keuntungan besar dari ekspor minyak bumi pada 1970-an. Pendapatan utama negara ini berasal dari sektor minyak dan gas, juga teknologi dan komunikasi. Saking kayanya, negara ini mampu mendanai berbagai program sosial dan pendidikan tanpa membebani pajak. Tak heran jika tak ada warga buta huruf di sana.  

3. Kuwait 
PNB per kapita: $53,390
Tingkat buta huruf: 6%
Tingkat pengangguran: 1,3%
Anggaran belanja pendidikan per PDB: 3,8%

Negara kecil di Timur Tengah ini memiliki 9 persen dari cadangan minyak dunia. Tidak seperti negara penghasil minyak di sekitarnya, negara ini cukup stabil secara politik. Dibanding dengan negara Teluk lainnya, tingkat pendidikan di Kuwait cukup baik. Daya serap tenaga kerja mencapai lebih 98 persen, baik di bidang perminyakan atau ekspor semen dan bata. 

4. Macau 
PNB per kapita: $52,410
Tingkat buta huruf: 7%
Tingkat pengangguran: 3%
Anggaran belanja pendidikan per PDB: 2,2%

Daerah administrasi khusus di daratan China ini mendapat banyak pemasukan dari ekspor tekstil dan aneka produk manufaktur. Negara ini juga sangat terkenal sebagai salah satu destinasi perjudian dunia yang cukup masyur. Bahkan pada 2006, pendapatan dari sektor judi melebihi Las Vegas. Mayoritas warga memanfaatkannya sebagai ladang bisnis dengan membuka kasino, hotel, dan pembangunan resor untuk menarik wisatawan mancanegara. 

5. Brunei 
PNB per kapita: $50,920
Tingkat buta huruf: 5%
Tingkat pengangguran: 3,7%
Anggaran belanja pendidikan per PDB: 3,7%

Seperti Norwegia dan Kuwait, sumber utama pendapatan pemerintah adalah dari industri minyak. Sebanyak 60 persen warganya bergantung hidup di sektor itu. Kemapanan finansial membuat pemerintah sanggup memberikan pendidikan gratis hingga perguruan tinggi. Sekadar catatan, Sultan Brunei bahkan pernah menjadi orang terkaya di dunia. Namun belakangan, ada kekhawatiran, menipisnya cadangan minyak mentah akan menjatuhkan standar hidup negara itu.

6. Singapura 
PNB per kapita: $50,780
Tingkat buta huruf: 5%
Tingkat pengangguran: 3,95%
Anggaran belanja pendidikan per PDB: 2,2%

Singapura mempromosikan diri sebagai pelabuhan yang ramah bagi perdagangan internasional. Pemerintah setempat sangat ketat mengontrol perekonomian rakyat melalui kemajuan bidang industri elektronik dan farmasi. Selain mengedepankan kesejahteraan umum dan jasa publik, pemerintah sangat peduli terhadap tingkat pendidikan masyarakatnya. 

7. Amerika Serikat 
PNB per kapita: $46,760
Tingkat buta huruf: 1%
Tingkat pengangguran: 9,6%
Anggaran belanja pendidikan per PDB: 5,6%

Jumlah penduduk dan kondisi geografis membuat negara adidaya ini tak muncul sebagai negara paling kaya di dunia. Bahkan angka pengangguran dua kali Luxemburg. Negara ini mengedepankan perekonomi kapitalis yang tak terlalu memprioritaskan program sosial. Namun, negara ini tak ragu menghabiskan anggaran besar untuk pendidikan. Meski tergolong maju, kesenjangan sosial-ekonomi di negara ini cukup kentara. 

8. Hong Kong 
PNB per kapita: $44,090
Tingkat buta huruf: 3,4%
Tingkat pengangguran: 3,6%
Anggaran belanja pendidikan per PDB: 3,3%

Ekonomi negara ini sangat bergantung pada re-ekspor sejumlah produk. Hong Kong mendapat keuntungan dari transisi ekonomi eksportir industri ke pusat perbankan internasional. Pemerintah Hong Kong pro perdagangan bebas. Negara ini memprioritaskan anggarannya untuk kesejahteraan publik dan pendidikan warganya. 

9. Swiss
PNB per kapita: $43,440
Tingkat buta huruf: 1%
Tingkat pengangguran: 4%
Anggaran belanja pendidikan per PDB: 5,3%

Masyarakat Swiss mendapat keuntungan dari kebijakan pemerintah yang sangat ramah bisnis. Ini membuat Swiss menjadi pusat investasi dan perbankan internasional. Kebijakan pajak yang sangat ringan juga membuat Swiss tumbuh bak surga bagi para pengusaha kaya dunia untuk menghamburkan uangnya. Sektor jasa makmur telah berkembang untuk memenuhi tuntutan kelompok tersebut. Negara ini juga mendapat keuntungan besar dari ekspor mesin industri dan bahan kimia.

10. Belanda
PNB per kapita: $40,940
Tingkat buta huruf: 1%
Tingkat pengangguran: 3%
Anggaran belanja pendidikan per PDB: 5,5%

Pemerintah Belanda memainkan peran aktif dalam mempertahankan standar hidup tinggi bagi warganya. Belanda adalah model kebijakan ekonomi sosial liberal dan laissez-faire. Belanda memiliki ekonomi pasar bebas, yang didukung kekuatan pasar penyulingan minyak bumi dan industri mesin listrik. Kebijakan sosial liberal juga mendatangkan keuntungan melalui sektor obat-obatan terlarang dan wisata seks. (hs)

Senin, 22 November 2010

HERBAL PENURUN COLESTEROL

Kolesterol jahat selama ini memainkan peranan yang penting untuk menyumbatkan pembuluh darah. Akibat penyempitan pembuluh darah itu, seseorang bisa secara tiba-tiba terkena stroke atau jantung koroner. Periksa diri bila tubuh mulai terasa pegal-pegal atau kesemutan karena itu bisa menjadi awal adanya penyempitan pembuluh darah.


Upaya mengikis kolesterol jahat tak harus dengan obat-obatan modern. Karena buah dan sayuran yang sudah tak asing lagi bagi keluarga Indonesia, yaitu wortel dan alpukat ternyata memiliki khasiat yang bisa menggelontorkan kolesterol jahat dari dalam tubuh.

Seperti pengalaman Wahyu Sampurna, manajer sebuah perusahaan garmen yang berhasil mengikis kolesterol jahatnya dengan hanya menggunakan wortel dan alpukat. Resepnya itu diperoleh dari seorang sinshe yang ditemuinya berpraktik di daerah Daan Mogot, Jakarta Barat.

Pria berusia 42 tahun ini membuat sendiri sediaan obat alaminya. Caranya, lima buah wortel ukuran sedang dicuci bersih, lalu diblender, kemudian diperas dan disaring. Air hasil saringnya diminum sekaligus. Selanjutnya dua buah alpukat masak dimakan sebagai buah. Wahyu melakukannya terapi bahan alaminya setiap pagi.

Hasilnya sungguh luar biasa. Pada pemeriksaan berkala bulan Agustus lalu, kadar kolesterol totalnya 180 mg/dl dan trigliseridanya 170 mg/dl. Padahal sebelumnya, kadar kolesterol sempat mencapai 270 mg/dl, sedangkan trigliseridanya 350 mg/dl.

Kolesterol adalah unsur penting dalam cairan empedu yang mampu mencernakan lemak dalam semua membran, terutama sel-sel di otak dan sel-sel saraf. Bila berlebihan, kolesterol menimbulkan kerusakan. Kolesterol sendiri berasal dari lemak, yang merupakan zat berguna untuk menjalankan fungsi tubuh. Lemak yang termakan terdiri atas lemak jenuh dan lemak tak jenuh.

Lemak bersama karbohidrat di dalam tubuh akan diproses menjadi suatu senyawa yang disebut asetil koenzim-A. Dari asetil koenzim-A ini membentuk beberapa zat penting, seperti asam lemak, trigliserid, fosfolpid dan kolesterol.

Lemak di dalam darah terdiri atas beberapa jenis, yaitu kolesterol, trigliserida, fosfolipid, dan asam lemak bebas. Tiga jenis pertama saling berikatan disebut lipid-protein atau lipoprotein. Lipoprotein dibagi menjadi lima bagian, yaitu kilomikron, very low density lippoprotein (VLDL), intermediate density lipoprotein (IDL), low density lipoprotein (LDL), dan high density lipoprotein (HDL).

Dari kelima jenis itu yang penting diketahui adalah LDL, yang sering disebut kolesterol jahat karena efeknya yang arterogenik (mudah melekat pada dinding pembuluh darah), sehingga menyebabkan penumpukan lemak. Sementara HDL adalah kolesterol baik yang memiliki efek antiarterogenik.

Sejumlah tanaman obat terbukti dapat menurunkan kadar kolesterol maupun trigliserid. Dijelaskan oleh dr Setiawan Dalimartha, ketua II PDPKT (Perhimpunan Dokter Indonesia Pengembang Kesehatan Tradisional Timur), alpukat membantu proses stabilisasi plak yang sudah terbentuk, sehingga tak mudah pecah.

Alpukat juga kaya serat dan asam lemak tak jenuh tunggal. Kandungan ini mampu menurunkan kadar trigliserid dan kolesterol darah yang tinggi.

Wortel juga mampu menghadang laju kolesterol darah. Tanaman ini mengandung alkaloid, flavonoid, protein, lemak, kalsium, fosfor, zat besi, belerang, vitamin A, B, C dan D, juga betakaroten dan asam lemak tak jenuh ganda. Vitamin C pada tanaman ini berkhasiaat sebagai antioksidan yang melindungi kolesterol LDL dari proses oksidasi.

Lainnya yaitu buah belimbing manis, juga mengandung protein, lemak, kalsium, foffor, besi dan vitamin A, B dan C. Buah ini berkhasiat sebagai antiinflamasi, peluruh kencing (diuretik) dan peluruh air liur (sialagoga).

Berikut resep yang ditawarkan Drs Sudhaswadi Wiryodidagdo, Dosen Fakultas Farmasi Universitas Pancasila, Jakarta yang secara impiris turun-temurun sebagai penggelontor kolesterol.

Pertama, alpukat. Bahan: 1/2 - 2 buah alpukat matang. Pemakaian: buah alpukat dimakan begitu saja sebagai buah. Lakukan setiap hari.

Kedua, wortel. Bahan: 5 buah wortel segar ukuran sedang. Pemakaian: wortel dicuci bersih, lalu diblender atau diparut, kemudian diperas dan disaring. Minum airnya sekaligus, lakukan setiap hari.

Ketiga, jamur lingzhi. Bahan: 10 gram jamur lingzhi. Pemakaian: jamur lingzhi dipotong-otong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air bersih hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin, airnya diminum sekaligus.

Keempat, rumput laut. Bahan: 30 gram rumput laut kering

Pemakaian: rumput laut digiling menjadi bubuk. Masukkan ke dalam cangkir, lalu seduh dengan air mendidih. Minum air tersebut setiap hari.

Kelima, belimbing manis. Bahan: 2 buah belimbing manis besar. Pemakaian: buah belimbing dimakan setelah makan pagi dan makan malam, masing-masing 1 buah.

Keenam, asam. Bahan: 12 gram daun asam segar. Pemakaian: daun asam dicuci bersih, lalu didihkan dengan air 1 gelas selama 15 menit. Setelah dingin, air disaring lalu diminum sekaligus. Lakukan 2 kali sehari.

Ketujuh, bawang merah. Bahan: 20 gram bawang merah segar. Pemakaian: Bawang merah diiris tipis-tipis, dimakan bersama nasi. Lakukan 3 kali sehari dengan ukuran yang sama.

Kedelapan, bawang putih. Bahan: 1-2 siung bawang putih. Pemakaian: bawang putih diiris tipis-tipis atau dipipiskan dan dibuat bulatan kecil. Lalu ditelan. Lakukan 2 kali sehari.

Kesembilan, temulawak. Bahan: 3 jari rimpang temulawak segar. Pemakaian: Rimpang temulawak dikupas kulitnya, lalu diparut, tambahkan 3/4 cangkir air panas dan biarkan mengendap. Setelah dingin, endapannya dibuang, airnya diminum. Lakukan setiap hari.

Kesepuluh, buncis. Bahan: 30 gram buncis segar. Pemakaian: buncis dicuci bersih, lalu rebus. Setelah agak layu, buncis diangkat. Rebusan buncis ini dimakan bersama nasi.

Kesebelas, buah murbei. Bahan: 10 gram daun murbei segar. Pemakaian: Duan dicuci, lalu direbus dalam 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas, Setelah dingin, disaring dan diminum. Lakukan setiap hari.

Keduabelas, seledri. Bahan: 30 gram akar seledri segar. Pemakaian: Akar seledri dicuci bersih, lalu direbus dengan 2 gelas air bersih hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin, air disaring, minum sekaligus.

Ketigabelas, daun sirih. Bahan: 15 lembar daun sirih segar. Pemakaian: Daun dicuci bersih, lali direbus dalam 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin, air disaring dan diminum sekaligus. Lakukan setiap hari. (Tri Wahyuni) sumber : http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=128755

Rabu, 20 Oktober 2010

Quiz Online kelas XI IPS

Ulangan Online untuk kelas XI IPS
1. Berikan penjelasan secara singkat perbedaan antara topologi logic dengan topologi fisik !
2. Berikan penjelasan secara singkat tentang perkembangan internet di Indonesia ! ( tidak lebih dari 8 baris.
3. Apa perbedaan antara user device dan network device
4. Penggunaan kabel dalam system jaringan memanfaatkan berbagai jenis kabel. Jelaskan cara penyambungan jenis kabel UTP

Dikirim hari ini ke alamat email tugas palaing lambat jam 19.00 wita

Senin, 18 Oktober 2010

RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH (RPS)

Slide 1

Oleh: Prof. Slamet PH. MA, MEd, MA, MLHR, Ph.D. RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH (RPS) 
Slide 2

A. Pentingnya RPS RPS penting dimiliki untuk memberi arah dan bimbingan para pelaku sekolah dalam rangka menuju perubahan atau tujuan sekolah yang lebih baik (peningkatan, pengembangan) dengan resiko yang kecil dan untuk mengurangi ketidakpastian masa depan. 
Slide 3

B. Arti Perencanaan Sekolah/RPS Perencanaan sekolah adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan sekolah yang tepat, melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan sumberdaya yang tersedia. RPS adalah dokumen tentang gambaran kegiatan sekolah di masa depan dalam rangka untuk mencapai perubahan/tujuan sekolah yang telah ditetapkan. 
Slide 4

C. Istilah-istilah Penting Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan; Misi adalah rumusan umum mengenai tindakan (upaya-upaya) yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi; Tujuan (baku) adalah rumusan mengenai apa yang diinginkan pada kurun waktu tertentu; Sasaran/tujuan situasional adalah rumusan spesifik mengenai apa yang diinginkan pada kurun waktu tertentu dengan memperhitungkan tantangan nyata yang dihadapi (sasaran merupakan jabaran tujuan); Strategi adalah langkah-langkah berisikan program-program indikatif untuk mewujudkan visi dan misi; Kebijakan adalah arah/tindakan yang diambil oleh Pemerintah Pusat/Daerah untuk mencapai tujuan; Program adalah instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang dilaksanakan oleh sekolah untuk mencapai tujuan. 
Slide 5

D. Tujuan RPS RPS disusun dengan tujuan untuk: (1) menjamin agar perubahan/tujuan sekolah yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan tingkat kepastian yang tinggi dan resiko yang kecil; (2) mendukung koordinasi antar pelaku sekolah; (3) menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik antar pelaku sekolah, antarsekolah dan dinas pendidikan kabupaten/kota, dan antarwaktu; 
Slide 6

(4) menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan; (5) mengoptimalkan partisipasi warga sekolah dan masyarakat; dan (6) menjamin tercapainya penggunaan sumber-daya secara efisien, efektif, berkeadilan dan berkelanjutan. 
Slide 7

E. Sistem Perencanaan Sekolah (SPS) SPS adalah satu kesatuan tata cara perencanaan sekolah untuk meng-hasilkan rencana-rencana sekolah (RPS) dalam jangka panjang, jangka menengah, dan tahunan yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara sekolah dan masyarakat (diwakili oleh komite sekolah). 
Slide 8

F. TUJUAN SISTEM PERENCANAAN PENDIDIKAN Mendukung koordinasi antarpelaku pendidik-an; Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik antara sekolah dengan dinas pendidikan, dinas pendidikan propinsi, dan pusat Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan; Mengoptimalkan partisipasi masyarakat; dan menjamin tercapainya penggunaan sumber-daya secara efisien, efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan. 
Slide 9

G. RPS Jangka Panjang, Menengah (Strategis), dan Tahunan RPS Jangka Panjang adalah dokumen perencanaan sekolah untuk periode 20 (dua puluh) tahun; RPS Jangka Menengah (Rencana Strategis) adalah dokumen perenca-naan sekolah untuk periode 5 (lima) tahun; RPS Tahunan adalah dokumen perencanaan sekolah untuk periode 1 (satu) tahun. 
Slide 10

J. Jenis Perencanaan Pendidikan Tergantung dari kepentingannya, jenis perencanaan pendidikan sekolah meliputi: Pemerataan Kesempatan Persamaan kesempatan Akses Keadilan atau kewajaran 
Slide 11

Contoh-contoh perencanaan pe-merataan kesempatan misalnya: bea siswa untuk siswa miskin, peningkatan angka melanjutkan, pengurangan angka putus sekolah, dsb. 
Slide 12

2. Peningkatan Kualitas Kualitas pendidikan sekolah meliputi input, proses, dan output, dengan catatan bahwa output sangat ditentukan oleh proses, dan proses sangat dipengaruhi oleh tingkat kesiapan input. Contoh-contoh perencanaan kualitas misalnya, pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan (guru, kepala sekolah, konselor, pustakawan, laboran, dsb.), pengembangan komite sekolah, rasio 
Slide 13

(siswa/guru, siswa/kelas, siswa/ sekolah), pengembangan bahan ajar, pengembangan model pembelajaran (pembelajaran tuntas, pembelajaran dengan melakukan, pembelajaran kontekstual, pembelajaran koope-ratif, dsb.), pengembangan komite sekolah, dsb. 
Slide 14

peningkatan kualitas siswa (UAN, UAS, keterampilan kejuruan, kesenian, olahraga, karya ilmiah, keagamaan, ke-disiplinan, karakter, budi-pekerti, dsb.) 
Slide 15

3. Peningkatan Efisiensi Efisiensi merujuk pada hasil yang maksimal dengan biaya yang wajar. Efisiensi dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu efisiensi internal dan efisiensi eksternal. Efisiensi internal merujuk kepada hubungan antara output sekolah (pencapaian prestasi belajar) dan input (sumberdaya) yang digunakan untuk memroses/ menghasilkan output sekolah. 
Slide 16

Efisiensi eksternal merujuk kepada hubungan antara biaya yang digunakan untuk menghasilkan tamatan dan keuntungan kumulatif (individual, sosial, ekonomik dan non-ekonomik) yang didapat setelah kurun waktu yang panjang diluar sekolah. Contoh-contoh perencanaan peningkatan efisiensi misalnya: peningkatan angka kelulusan, rasio keluaran/masukan, angka kenaikan kelas/transisi, penurunan angka mengulang, angka putus sekolah, dan peningkatan angka kehadiran. 
Slide 17

4. Peningkatan Relevansi Relevansi merujuk kepada kesesuaian hasil pendidikan dengan kebutuhan (needs), baik kebutuhan peserta didik, kebutuhan keluarga, dan kebutuhan pembangunan yang meliputi berbagai sektor dan sub-sektor. Contoh-contoh perencanaan relevansi misalnya; program keterampilan kejuruan/ kewirausahaan/usaha kecil bagi siswa- 
Slide 18

siswa yang tidak melanjutkan, kurikulum muatan lokal, pendidikan kecakapan hidup khususnya untuk mencari nafkah, dsb. 
Slide 19

5. Pengembangan Kapasitas Sekolah Pengembangan kapasitas sekolah adalah upaya-upaya yang dilakukan secara sistematik untuk menyiapkan kapasitas sumberdaya sekolah (sumberdaya manusia dan sumberdaya selebihnya), pengem-bangan kelembagaan sekolah, dan pengembangan sistem sekolah agar mampu dan sanggup menjalankan tugas pokok dan fungsinya dalam kerangka untuk meng-hasilkan output yang diharapkan. 
Slide 20

H. Prinsip-Prinsip Penyusunan RPS Penyusunan RPS menerapkan prinsip-prinsip: memperbaiki prestasi belajar siswa, membawa perubahan yang lebih baik (peningkatan/ pengembangan), sistematis, terarah, terpadu (saling terkait & sepadan), menyeluruh, tanggap terhadap perubahan, demand driven (berdasarkan kebutuhan), partisipasi, keterwakilan, transparansi, data driven, realistik sesuai dengan hasil analisis SWOT, dan mendasarkan pada hasil review dan evaluasi. 
Slide 21

Rencana Pengembangan Pendidikan Nasional Keterkaitan Antara Jenjang Perencanaan 
Slide 22

Anggota (Unsur Komite Sekolah) Anggota (Unsur Wali Murid) Anggota (Unsur Masyarakat) Anggota (Unsur Kepala Sekolah) Anggota (Unsur Guru) Kelompok Kerja Rencana Pengembangan Sekolah (KK-RPS) 
Slide 23

Kelompok Komite Sekolah Kelompok Wali Murid Kelompok Gugus - Kelurahan/Desa - Kecamatan Kelompok Guru Kelompok Masyarakat 
Slide 24

PROSES PERENCANAAN STRATEGIS Dimana kita sekarang ? Kemana kita akan pergi ? Bagaimana caranya mencapai kesana ? Apakah kita sampai disana? Analisis lingkungan eksternal Analisis lingkungan internal Profil Pendidikan: Pemerataan & perluasan Mutu & Relevansi Managemen & governance Isu-isu strategis pendidikan Situasi pendidikan yang diharapkan Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Kebijakan, dan Program Strategi pelaksanaan Formulasi Strategi Pelaksanaan Alokasi Sumberdaya Saran/ Rekomendasi Evaluasi Pengumpulan & Pemaparan Data Situasi pendidikan saat ini Evaluasi & Kontrol 
Slide 25

I. Tahap-tahap Penyusunan RPS Melakukan analisis lingkungan strate-gis sekolah Melakukan analisis situasi untuk mengetahui status situasi pendidikan sekolah saat ini (IPS) Memformulasikan pendidikan yang di-harapkan di masa mendatang Mencari kesenjangan antara butir 2 & 3 Menyusun rencana strategis Menyusun rencana tahunan Melaksanakan rencana tahunan Memonitor dan mengevaluasi 
Slide 26

Analisis Lingkungan Strategis Situasi Pendidikan saat ini Situasi Pendidikan yang diharapkan Rencana Strategis (5 tahun) Rencana Operasional (1 tahun) Pelaksanaan Program Monitoring & Evaluasi Gambar 1. Proses Penyusunan RPS Kesenjangan 
Slide 27

Rencana Strategis Sekolah Situasi Sekolah (tahun ini) Situasi Sekolah (5 tahun ke depan) Strategi (5Tahun) Pemerataan Mutu Efisiensi Relevansi Tata kelola Pemerataan Mutu Efisiensi Relevansi Tata kelola menuju 
Slide 28

Rencana Strategis Sekolah (Renstra) Analisis situasi pendidikan sekolah saat ini Analisis situasi pendidikan sekolah yang diharapkan 5 tahun kedepan (visi, misi, dan tujuan yang mencakup pemerataan, mutu, relevansi, efisiensi, kapasitas) Kesenjangan antara situasi pendidikan sekolah saat ini dan yang diharapkan 5 tahun kedepan Kebijakan dan program-program strategis untuk mencapai situasi pendidikan sekolah yang diharapkan 5 tahun kedepan Strategi pelaksanaan Milestone (output apa & kapan) Rencana biaya (besar, alokasi, dan sumber dana) Rencana pemantauan dan evaluasi 
Slide 29

Rencana Tahunan Sekolah Situasi Sekolah (tahun ini) Situasi Sekolah (tahun depan) Upaya (1Tahun) Pemerataan Mutu Efisiensi Relevansi Tata kelola Pemerataan Mutu Efisiensi Relevansi Tata kelola menuju 
Slide 30

Format Rencana Tahunan Sekolah (Alternatif I) Analisis situasi pendidikan sekolah tahun ini Analisis situasi pendidikan sekolah tahun depan (yang diharapkan) Kesenjangan antara pendidikan sekolah tahun ini dan pendidikan tahun depan (tantangan/loncatan) Program-program untuk mengurangi kesenjangan atau untuk menghadapi tantangan/loncatan Tonggak-tonggak kunci keberhasilan (milestones) Rencana biaya (besar dana, alokasi, sumber dana) Rencana pelaksanaan program Rencana pemantauan dan evaluasi Jadwal pelaksanaan program Penanggungjawab program/kegiatan 
Slide 31

FORMAT RENCANA TAHUNAN SEKOLAH (ALTERNATIF II: SWOT) Analisis situasi pendidikan sekolah tahun ini Analisis situasi pendidikan sekolah tahun depan (yang diharapkan) Kesenjangan antara situasi pendidikan sekolah tahun ini dan tahun depan (tantangan/loncatan) Tujuan tahunan/sasaran berdasarkan hasil kesenjangan/tantangan Urusan-urusan sekolah yang perlu dilibatkan untuk mencapai setiap sasaran dan yang masih perlu diteliti tingkat kesiapannya Analisis SWOT (mengenali tingkat kesiapan masing-masing urusan sekolah melalui analisis SWOT) Langkah-langkah pemecahan persoalan, yaitu mengubah ketidaksiapan menjadi kesiapan urusan sekolah. Rencana dan program sekolah berdasarkan hasil langkah-langkah pemecahan persoalan Tonggak-tonggak kunci keberhasilan (milestones) Rencana biaya (besar, alokasi, dan sumber dana) Rencana pelaksanaan program Rencana pemantauan dan evaluasi Jadwal pelaksanaan program Penanggungjawab program/kegiatan 
Slide 32

GEJALA 4 SERANGKAI 
Slide 33

DIAGRAM ALUR BERPIKIR PENYUSUNAN RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH 
Slide 34

URUSAN-URUSAN SEKOLAH Urusan Pokok (PBM) Urusan-Urusan Pendukung PBM : 1. Urusan Kurikulum. 2. Urusan Ketenagaan. 3. Urusan Kesiswaan. 4. Urusan Sarana & Prasarana. 5. Urusan Keuangan & Akuntansi. 6. Urusan Humas. 7. Urusan Inti Manajemen Sekolah (Kpl. Sekolah). 
Slide 35

ANALISIS ‘ SWOT ’ 
Slide 36

KRITERIA PERENCANAAN PENDIDIKAN KABUPATEN/KOTA KRITERIA RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH (RPS) 
Slide 37

KRITERIA PERENCANAAN PENDIDIKAN KABUPATEN/KOTA KRITERIA RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH (LANJUTAN) 
Slide 38

Desain, Implementasi dan Evaluasi RPS Desain RPS Implementasi RPS Evaluasi RPS Cakupan Isi RPS Kualitas RPS Kepatuhan Implementasi dengan Desain RPS Kesesuaian Hasil dengan Desain RPS 
Slide 39

Tonggak-tonggak Kunci Keberhasilan Sekolah

Senin, 15 Desember 2008

Jaringan Komputer

Pengertian Jaringan
Seringkali kita mendengar kata internet, sekilas mungkin kita akan
berpikir bahwa yang namanya internet merupakan sebuah jaringan yang sangat
besar dan terdiri dari banyak kompuer. Atau bahkan bagi orang yang awam internet
sering diartikan sebagai browsing, chatting, dan lain-lain.
Pengertian ini merupakan sebuah pandangan yang kurang benar. Karena
sebenarnya internet adalah kumpulan dari jaringan-jaringan kecil dan besar yang
saling terhubung secara real-time atau terus menerus di seluruh dunia.
Dalam suatu sistem jaringan, dimana seluruh komputer saling berbagi
data dan resources satu sama lain sehingga tercapai efisiensi dalam pemanfaatan
teknologi, amat dibutuhkan perangkat-perangkat khusus dan instalasi tertentu.
Pada bab ini akan dijelaskan beberapa peralatan yang digunakan dalam
sistem jaringan serta pengaturan TCP/IP pada sistem operasi Windows.
 Topologi Jaringan
Tujuan dari suatu jaringan adalah menghubungkan jaringan-jaringan yang
telah ada dalam jaringan tersebut sehingga informasi dapat ditransfer dari satu
lokawi ke lokasi yang lain. Karena suat perusahaan memuliki keinginan atau
kebutuhan yang berbeda-beda maka terdapat berbagai cara jaringan terminalterminal
dapat dihubungkan. Struktur Geometric ini disebut dengan LAN
Topologies.
Terdapat 6 jenis topologi yaitu :
 Bus
 Ring
 Star
 Extended Star
 hierarchical topology
 Mesh
Setiap topologi memuliki karakteristik yang berdeda-beda dan masingmasing
juga memiliki keuntungan dan kerugian. Topologi tidak tergantung kepada
medianya dan setiap topologi biasanya menggunakan media sebagai berikut :
Jenis-jenis Media yaitu :
 Twisted Pair
 Coaxial Cable
 Optical Cable
 Wireless

Minggu, 23 November 2008

Tugas Kelas XI IPS-4

1. Jawablah pertanyaan berikut : sumber dari internet
a. Beri penjelasan tentang Homepage
b. Apa yang dimaksud dengan HTML jelaskan secara singkat
c. Jelaskan secara singkat tentang langkah-langkah membuat sebuah homepage
d. carilah sebuah contoh cara membuat homepage
2. Jawaban di pindah ke word atau pdf cantumkan sumber artikel ( semakin banyak sumber
semakin baik )
3. Dan dikirimkan ke alamat email tugas kelas anda ( waktu dan hari pengiriman email
berpengaruh pada nilai )

Tugas Kelas XI IPS-3

1. Kerjakan soal dibawah ini :
a. Jelaskan langkah langkah membuat HTML
b. Langkah membuat Header, body
c. Langkah-langkah membuat garis
d. langkah membuat tabel
2. Jawaban di pindah ke word atau pdf cantumkan sumber artikel ( semakin banyak artikel
semakin baik )
3. Dan dikirimkan ke alamat email tugas kelas anda ( waktu dan hari pengiriman email
berpengaruh pada nilai )

Tugas Kelas XI IPS-2

Tugas Kelas XI IPS-2

1. Carilah Artikel di Internet tentang Tata cara membuat HTML yang berisi tentang :
a. Pengertian HTML
b. Cara-cara membuat warna pada HTML
c. Cara-cara membuat garis
d. Cara-cara membuat tabel di HTML
2. Jawaban di pindah ke Microsoft word atau PDF cantumkan sumber asal artikel semakin banyak sumber semakin bagus.
3. Kirimkan ke alamat email tugas kelas anda. Tanggal dan jam pengiriman email berpengaruh
pada nilai anda.

Selasa, 10 Juni 2008

Pengumuman Hasil Seleksi Siswa Baru SMA 1 Tenggarong



PENGUMUMAN HASIL SELEKSI SISWA BARU
SMA NEGERI 1 TENGGARONG
TAHUN PELAJARAN 2008/2009
JALUR PENJARINGAN SISWA BERPRESTASI ( JPSB )

NO NOPES           NAMA                    ASAL SEKOLAH                 KETERANGAN
1, JP0809001, Achmad Rafiki, MTs Negeri Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
2, JP0809002, Putri Eka Agustina, MTs PPKP Rabiathul Khair Tgr, TIDAK DITERIMA,
3, JP0809003, Dody Cahyadi, SMP Negeri 2 Tenggarong, DITERIMA,
4, JP0809004, Akhmad Rahmadi, MTs Negeri Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
5, JP0809005, Gusti Aspianur, MTs Negeri Tenggarong, DITERIMA,
6, JP0809006, Taufik Rahman, MTs Negeri Tenggarong, DITERIMA,
7, JP0809007, M Faris Rahman S, MTs Negeri Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
8, JP0809008, Wahyu Aulia Wati, MTs PPKP Rabiathul Khair Tgr, DITERIMA,
9, JP0809009, Nurul Fitriani, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
10, JP0809010, Tutut, SMP Negeri 3 Kota Bangun, DITERIMA,
11, JP0809011, Renny Anggraini, SMP Negeri 3 Tenggarong, DITERIMA,
12, JP0809012, Wulan Sri, MTs Negeri Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
13, JP0809013, Safitri, MTs Negeri Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
14, JP0809014, Nia Oktaviani, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
15, JP0809015, Desi Puspita Sari Gurning, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
16, JP0809016, Eko Nur Setiawan, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
17, JP0809017, Tiara, SMP Negeri 2 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
18, JP0809018, Lizya Irani, SMP Negeri 4 Tenggarong, DITERIMA,
19, JP0809019, Fitriani, SMP Negeri 4 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
20, JP0809020, Ria Risky Amalia, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
21, JP0809021, Weni Widianti, MTs Negeri Tenggarong, DITERIMA,
22, JP0809022, Fitri Harum Sari, SMP Negeri 2 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
23, JP0809023, I Gusti Putu Alist Purnama Yudha, SMP Negeri 2 Tenggarong, DITERIMA,
24, JP0809024, I Putu Darma Laksana, SMP Negeri 2 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
25, JP0809025, Devi Nurohmawati, SMP Negeri 2 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
26, JP0809026, M Riza Saputra, SMP Negeri 2 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
27, JP0809027, Bagus Adi Prawira, SMP Negeri 2 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
28, JP0809028, Mahdalena Febriawati Nadeak, SMP Negeri 2 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
29, JP0809029, Wendy Jayanti, SMP Negeri 2 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
30, JP0809030, Purnamasari, SMP Negeri 2 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
31, JP0809031, Iranda Nadia Febianti, SMP Negeri 2 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
32, JP0809032, Novita AP, SMP N 2 Tenggarong (filial), Maluhu, TIDAK DITERIMA,
33, JP0809033, Dewi Wulandari, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
34, JP0809034, Tari Andriani, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
35, JP0809035, Fitri Retno Sari, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
36, JP0809036, Adiyani Sari Pratiwi, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
37, JP0809037, Ummy Anggreiny, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
38, JP0809038, Ariana Norma N, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
39, JP0809039, Ajeng Fitriani, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
40, JP0809040, Vau Ujulani Munawarah Mawat, SMP Negeri 3 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
41, JP0809041, Alif Reza Nurhadi, SMP Negeri 2 Tenggarong, DITERIMA,
42, JP0809042, Mia Lestari, SMP Negeri 3 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
43, JP0809043, Apriliani Lestari, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
44, JP0809044, Susiani, SMP Negeri 3 Tenggarong, DITERIMA,
45, JP0809045, Bayu Saputra, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
46, JP0809046, Devy Halca, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
47, JP0809047, Ganang Pramudito, SMP Negeri 2 Tenggarong, DITERIMA,
48, JP0809048, Fitria Nurhayati, MTs Negeri Tenggarong, DITERIMA,
49, JP0809049, Chintya Trianika Sadewi, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
50, JP0809050, Mariyati Ulfa, SMP Negeri 1 Loa Kulu, TIDAK DITERIMA,
51, JP0809051, Rahmatika Nurlaila, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
52, JP0809052, Usman Ramadhan, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
53, JP0809053, Winda Mega Permana, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
54, JP0809054, Mutia Shayna, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
55, JP0809055, Novika Indah Rachmawati, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
56, JP0809056, Aji Dema N P, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
57, JP0809057, Reny Ayudha Arysandy, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
58, JP0809058, Wildanu Mukholadun, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
59, JP0809059, Angvisa Ridwan, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
60, JP0809060, Adhi Wardhana Amrullah, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
61, JP0809061, Chyta Arini Dewi, SMP Negeri 2 Tenggarong, DITERIMA,
62, JP0809062, Mardiana, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
63, JP0809063, M Azmi Aulia Ruswandi, MTs PPKP Rabiathul Khair Tgr, TIDAK DITERIMA,
64, JP0809064, Rieko Darmawan, MTs PPKP Rabiathul Khair Tgr, TIDAK DITERIMA,
65, JP0809065, Abdan Musabir, MTs PPKP Rabiathul Khair Tgr, DITERIMA,
66, JP0809066, Asyifatunnur Dwi Saputri, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
67, JP0809067, Ayu Esmeralda Desytha, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
68, JP0809068, Andi Yasa, MTs PPKP Rabiathul Khair Tgr, TIDAK DITERIMA,
69, JP0809069, Amalia Nida Khairiyah, MTs PPKP Rabiathul Khair Tgr, TIDAK DITERIMA,
70, JP0809070, Siti Badriatul Mursyidah, SMP Negeri 1 Kenohan, DITERIMA,
71, JP0809071, Lintang Dheka Caroline, MTs Negeri Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
72, JP0809072, Marlina Erviani, MTs Negeri Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
73, JP0809073, Kartini, MTs Negeri Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
74, JP0809074, Lia Khoerini, SMP Negeri 1 Anggana, DITERIMA,
75, JP0809075, Ade Fahmawati, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
76, JP0809076, Nurul Hasimah, SMP Negeri 2 Kembang Janggut, DITERIMA,
77, JP0809077, Hasbi Hassiddiqi, SMP Negeri 2 Tenggarong, DITERIMA,
78, JP0809078, Utami Alfi Ningtyas, SMP Negeri 2 Tenggarong, DITERIMA,
79, JP0809079, Riska Fauziah, SMP Negeri 1 Anggana, DITERIMA,
80, JP0809080, Febryna Islamiyyah, SMP Negeri 2 Tenggarong, DITERIMA,
81, JP0809081, Hadiyati, MTs Negeri Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
82, JP0809082, Katerin Indah Islami, SMP Negeri 2 Tenggarong, DITERIMA,
83, JP0809083, Ilmi Nur Wahdini, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
84, JP0809084, Ade Handaka, SMP Negeri 2 Tenggarong, DITERIMA,
85, JP0809085, Baiq Wanda Prihartini, SMP Negeri 2 Tenggarong, DITERIMA,
86, JP0809086, Dwi Oktareza, SMP Negeri 1 Anggana, TIDAK DITERIMA,
87, JP0809087, Erwinsyah Usman, MTs Negeri Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
88, JP0809088, Neni Nurika Handayani, SMP Negeri 2 Tenggarong, DITERIMA,
89, JP0809089, Imelda Dearni Simarmata, SMP Negeri 3 Tenggarong, DITERIMA,
90, JP0809090, Eka Ernawati, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
91, JP0809091, Diah Widia Utami, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
92, JP0809092, Widya Ningsih, MTs Negeri Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
93, JP0809093, Yeni Karlyna Sari, MTs Negeri Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
94, JP0809094, Rinda Ariska, MTs Negeri Tenggarong, DITERIMA,
95, JP0809095, Revi Fahlevi, SMP Negeri 3 Tenggarong, DITERIMA,
96, JP0809096, Diny Melsye Nurul Fajri, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
97, JP0809097, Dwi Panria Irianti, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
98, JP0809098, Debora M. A .E Siahaan, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
99, JP0809099, Restu Sita Harsiwi, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
100, JP0809100, Hendra Ardiansyah, MTs Negeri Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
101, JP0809101, Taqwa Makta, MTs Negeri Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
102, JP0809102, Rizki Novidiasari, SMP Negeri 2 Tenggarong, DITERIMA,
103, JP0809103, M. Ikhsan Nur Effendi, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
104, JP0809104, Hanifah, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
105, JP0809105, Muhammad Edy Yusni, MTs Negeri Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
106, JP0809106, Fajar Hendrawan, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
107, JP0809107, DonY Tiyas Efendy, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
108, JP0809108, Marliani, MTs Negeri Tenggarong, DITERIMA,
109, JP0809109, Yohanes Batang, SMP YPK Tenggarong, DITERIMA,
110, JP0809110, Rizky Putri , SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
111, JP0809111, Galih Tri Wicaksono, SMP Negeri 2 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
112, JP0809112, Maya Anggraini, SMP Negeri 2 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
113, JP0809113, Emi Oktaviani, SMP Negeri 2 Tenggarong, DITERIMA,
114, JP0809114, Rabiayul Wahidah, MTs Negeri Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
115, JP0809115, Dewi Fitriyana, MTs Negeri Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
116, JP0809116, Raudatun Nisa, MTs Negeri Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
117, JP0809117, Anita Parlina, SMP Negeri 2 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
118, JP0809118, Tuti Seftiany, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
119, JP0809119, Syafira Rachma Dina, SMP Negeri 2 Tenggarong, DITERIMA,
120, JP0809120, Hayatun Taibah , MTs Negeri Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
121, JP0809121, Yuli Safina , SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
122, JP0809122, Ricky Hermawan, SMP Negeri 2 Tenggarong, DITERIMA,
123, JP0809123, Fara Nur Dianti, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
124, JP0809124, Fahmi Andriyani, MTs Negeri Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
125, JP0809125, Syamsu Alam, SMP Negeri 2 Tenggarong, DITERIMA,
126, JP0809126, Abdul Mutaqien, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
127, JP0809127, Rocky Sahbas Fauzy, SMP Negeri 2 Tenggarong, DITERIMA,
128, JP0809128, Denny Andryanata, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
129, JP0809129, Gede Wiratma Jaya, SMP Negeri 2 Tenggarong, DITERIMA,
130, JP0809130, Kanda Agung Kusuma, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
131, JP0809131, M. Denny Adityawarman, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
132, JP0809132, Riski Saputra, SMP Negeri 2 Tenggarong, DITERIMA,
133, JP0809133, Sabrina Rasmi , SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
134, JP0809134, Michilia Kristi Antoni, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
135, JP0809135, Oky Kumala, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
136, JP0809136, Liana Aprilia Saputri, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
137, JP0809137, Muhammad Andri Surya Wardana, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
138, JP0809138, Ayu Lestari, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
139, JP0809139, Erik Astrada, SMP Negeri 2 Tenggarong, DITERIMA,
140, JP0809140, Irma Yanti, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
141, JP0809141, Nurul Silvyani, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
142, JP0809142, Ida Ariani, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
143, JP0809143, Laily Yara Andini, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
144, JP0809144, Akbar Prabawa, SMP Negeri 2 Tenggarong, DITERIMA,
145, JP0809145, Fachriza, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
146, JP0809146, Nur Abni Marita, SMP Negeri 2 Tenggarong, DITERIMA,
147, JP0809147, Noval Fandianur, SMP Negeri 4 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
148, JP0809148, Zainul Fajar Indriawan, SMP Negeri 2 Tenggarong, DITERIMA,
149, JP0809149, Aji Muhammad Haryo Septian Adita, SMP Negeri 2 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
150, JP0809150, Esty Endryani Rukmana, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
151, JP0809151, Agus Khairi Pratama Putra, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
152, JP0809152, Trias Aprilya, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
153, JP0809153, Data Nida Taini, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
154, JP0809154, Effi Setyoadi, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
155, JP0809155, Mutmainah Larasati, SMP Negeri 2 Tenggarong, DITERIMA,
156, JP0809156, Rizky Amalia Pratiwi, SMP Negeri 2 Tenggarong, DITERIMA,
157, JP0809157, Gladys Austin, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
158, JP0809158, Himawan Tri Haryanto, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
159, JP0809159, Rima Andini, SMP YPK Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
160, JP0809160, Hirmada Sari, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
161, JP0809161, M.Surya Tiyantara, SMP Negeri 1 Loa Kulu, DITERIMA,
162, JP0809162, Muhammad Randi Irawam, SMP Negeri 3 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
163, JP0809163, Munarsih, SMP Negeri 2 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
164, JP0809164, Ida Sulistiyorini, SMP Negeri 2 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
165, JP0809165, Novia Wulandari, SMP Negeri 2 Tenggarong, DITERIMA,
166, JP0809166, Ika Wardi Yulianti, SMP Negeri 2 Tenggarong, DITERIMA,
167, JP0809167, Dian Yulika Laras Ningtias, SMP Negeri 4 Loa Kulu, TIDAK DITERIMA,
168, JP0809168, Eksha Tri Tut Wuri Handayani, SMP Negeri 2 Tenggarong, DITERIMA,
169, JP0809169, Puput Nur Wahyu Utami, SMP Negeri 4 Loa Kulu, DITERIMA,
170, JP0809170, Gina Arinda Santi, SMP Negeri 2 Tenggarong, DITERIMA,
171, JP0809171, Anisa Marini, SMP Negeri 2 Tenggarong, DITERIMA,
172, JP0809172, Evi Yulita, SMP YPK Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
173, JP0809173, Nova Rizka Cahyani, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
174, JP0809174, Rita Nurmalasari, SMP YPK Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
175, JP0809175, Media Rosalina , SMP YPK Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
176, JP0809176, Wahidatul Fitriani, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
177, JP0809177, Prasetiyo Prayoga, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
178, JP0809178, Hanum Sintari, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
179, JP0809179, Maya Prihartini, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
180, JP0809180, Rizka Maulida, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
181, JP0809181, M Rajib Bustami, SMP Negeri 1 Loa Kulu, DITERIMA,
182, JP0809182, Raditya Widitama, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
183, JP0809183, Ernawati, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
184, JP0809184, Reslydie Angelia Massora, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
185, JP0809185, Sinta Tri Radiani, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
186, JP0809186, Ari Warisman Astuty, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
187, JP0809187, Thessa Maudilla, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
188, JP0809188, Randa zunardy, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
189, JP0809189, Anggun Permata Erwinasari, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
190, JP0809190, Liestia Kharina Novianty, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
191, JP0809191, Fitria Andhani, SMP Negeri 2 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
192, JP0809192, Liknawan, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
193, JP0809193, Defi Nurfarinza, SMP Negeri 2 Tenggarong, DITERIMA,
194, JP0809194, Sandhya Putri, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
195, JP0809195, Mirza Abdillah, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
196, JP0809196, Intan Fitriani, SMP Negeri 2 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
197, JP0809197, Nuraga Wishnu Putra, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
198, JP0809198, Hairunnisa, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
199, JP0809199, Mariani Nainggolan, SMP Negeri 2 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
200, JP0809200, Maya Sari, SMP Negeri 4 Tenggarong, DITERIMA,
201, JP0809201, Halimah, SMP Negeri 4 Tenggarong, DITERIMA,
202, JP0809202, Nika Fronika, SMP Negeri 4 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
203, JP0809203, Taufiqin Hidayat, SMP Negeri 3 Tenggarong, DITERIMA,
204, JP0809204, Taufikqurrahman, SMP Negeri 3 Tenggarong, DITERIMA,
205, JP0809205, Rr Dara Kusuma Ningrum, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
206, JP0809206, Hj Faradila Falstria, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
207, JP0809207, Riansyah Comdeka Surya Pratama, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
208, JP0809208, Tri Ananda Bayu Wicaksono, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
209, JP0809209, Pera Wati , SMP Negeri 4 Tenggarong, DITERIMA,
210, JP0809210, Nesia, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
211, JP0809211, Dewi Qamara, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
212, JP0809212, Santi Fidiya, MTs Negeri Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
213, JP0809213, Ayu Tribuana Tungga Dewi, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
214, JP0809214, Lutfira Lady Miry, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
215, JP0809215, Dyah Utami Wulandari, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
216, JP0809216, Muhammad Hanafi, SMP Negeri 3 Tenggarong, DITERIMA,
217, JP0809217, Nisfi Ruwaidah Zahro, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
218, JP0809218, Fitriani, MTs PPKP Rabiathul Khair Tgr, DITERIMA,
219, JP0809219, Angriyani, MTs PPKP Rabiathul Khair Tgr, TIDAK DITERIMA,
220, JP0809220, Mega Puspa Anggraini, MTs PPKP Rabiathul Khair Tgr, TIDAK DITERIMA,
221, JP0809221, Asri Cahyaningrum, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
222, JP0809222, Supri Hatin Ningsih, SMP YPK Tenggarong, DITERIMA,
223, JP0809223, Ika Novita Sari, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
224, JP0809224, Wili Kumara Juang, SMP Negeri 1 Tenggarong Seberang, DITERIMA,
225, JP0809225, Moris Wance, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
226, JP0809226, Merni Destina, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
227, JP0809227, Rossidah, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
228, JP0809228, Baskara Angga Kurniawan M, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
229, JP0809229, A.M Fachruddin, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
230, JP0809230, Lisa Fitrika, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
231, JP0809231, Nourial Aqsha, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
232, JP0809232, Nur Ihsan, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
233, JP0809233, Sandra Aulia Rahman, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
234, JP0809234, Noor Wahyuni Putri, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
235, JP0809235, Aji Muhammad Faritz Aditiawarman, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
236, JP0809236, Fitriyanti, SMP Negeri 3 Loa Kulu, TIDAK DITERIMA,
237, JP0809237, Suhesti, SMP Negeri 3 Loa Kulu, DITERIMA,
238, JP0809238, Nonie Novelya, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
239, JP0809239, Narendra Ricko Frandika, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
240, JP0809240, Annisa Febrina Siregar, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
241, JP0809241, Rizka Aprilia Sari, SMP Negeri 1 Loa Kulu, DITERIMA,
242, JP0809242, Sri Rahayu, SMP Negeri 4 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
243, JP0809243, Upit Sari Mana, SMP Negeri 4 Tenggarong, DITERIMA,
244, JP0809244, Oldy Rafid Miraj, SMP Negeri 2 Sebulu, DITERIMA,
245, JP0809245, Fery Romadhoni , SMP Muhammadiyah Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
246, JP0809246, Aryan Andra Adryanata, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
247, JP0809247, Fitria Lestari, SMP Negeri 1 Loa Kulu, TIDAK DITERIMA,
248, JP0809248, Arifin, MTs Negeri Tenggarong, DITERIMA,
249, JP0809249, Fenny Puspitasari, SMP Negeri 1 Kota Bangun, DITERIMA,
250, JP0809250, Vera Mustika Rini, SMP YPK Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
251, JP0809251, Riska Nur Jauhar, SMP Negeri 2 Loa Kulu, DITERIMA,
252, JP0809252, Novita Ratna Sari, SMP Negeri 2 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
253, JP0809253, Cornelia Cewy, SMP Negeri 2 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
254, JP0809254, Salis Nirmala Aru, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
255, JP0809255, Salaudin Al Ajubi Pratama, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
256, JP0809256, Muhammad Ade Himawan, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
257, JP0809257, Winda Arianti, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
258, JP0809258, Dewi Ernawati, SMP Negeri 2 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
259, JP0809259, Rita Setiawati, SMP N 2 Tenggarong (filial), Maluhu, DITERIMA,
260, JP0809260, Pribawanti Indah Lestari, SMP Negeri 2 Tenggarong, DITERIMA,
261, JP0809261, Desy Prihatin, SMP Negeri 2 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
262, JP0809262, Eka Indrayati, SMP Negeri 2 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
263, JP0809263, Mu'zizati Mentari Qolbu, SMP Muhammadiyah Tenggarong, DITERIMA,
264, JP0809264, Wijaya Partaningrat, SMP Muhammadiyah Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
265, JP0809265, A'malia Soleha, MTs PPKP Rabiathul Khair Tgr, DITERIMA,
266, JP0809266, Nurkholifah, SMP Negeri 1 Kenohan, TIDAK DITERIMA,
267, JP0809267, Bayu Ferry Aprizon, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
268, JP0809268, Hanny Marliany, SMP Negeri 3 Loa Kulu, DITERIMA,
269, JP0809269, Mita Anggraini, SMP YPK Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
270, JP0809270, Vini Aksono, SMP Negeri 2 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
271, JP0809271, Muhammad Rofiqi, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
272, JP0809272, M.Akbaruddin, MTs Negeri Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
273, JP0809273, Ayu Wandira, MTs Semayang, DITERIMA,
274, JP0809274, Yulia Andryani, SMP Negeri 1 Tabang, DITERIMA,
275, JP0809275, Yuni Puspita Sari, SMP N 2 Tenggarong (filial), Maluhu, TIDAK DITERIMA,
276, JP0809276, Evi Pratiwi Ping, SMP Negeri 1 Tabang, TIDAK DITERIMA,
277, JP0809277, Sri Daniati, SMP Negeri 1 Tabang, TIDAK DITERIMA,
278, JP0809278, Rahel, SMP Negeri 1 Tabang, TIDAK DITERIMA,
279, JP0809279, Rinda Manda, SMP Negeri 5 Tenggarong, DITERIMA,
280, JP0809280, Marsiliaty Ligit, SMP Negeri 1 Tabang, DITERIMA,
281, JP0809281, Dwi Ekalana Bagus Saputra, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
282, JP0809282, Shelvia Handayani, SMP Negeri 4 Tenggarong Seberang, TIDAK DITERIMA,
283, JP0809283, Fahriansyah, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
284, JP0809284, Habi Nur Rahman, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
285, JP0809285, Andi Setiawan, SMP Negeri 1 Loa Kulu, DITERIMA,
286, JP0809286, Novia Anggraini, MTs PPKP Rabiathul Khair Tgr, DITERIMA,
287, JP0809287, Cahya Maudita Kamila, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
288, JP0809288, Sundari Fatimah, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
289, JP0809289, Erik Prawiguna, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
290, JP0809290, Catur Septianingsih, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
291, JP0809291, Mustika Ratna Sari, SMP Negeri 4 Tenggarong Seberang, DITERIMA,
292, JP0809292, Melisa Dewi Sari, SMP Negeri 4 Tenggarong Seberang, DITERIMA,
293, JP0809293, Indah Hariati, SMP Muhammadiyah Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
294, JP0809294, Bella Setyaningrum, SMP Negeri 1 Muara Badak, DITERIMA,
295, JP0809295, Octavigia Purnamasari Win, SMP YPK Tenggarong, DITERIMA,
296, JP0809296, Muhammad Amin Nugraha, SMP Negeri 1 Tenggarong, DITERIMA,
297, JP0809297, Mahmudah, SMP N Satu Atap 1 Jongkang Loa Kulu, TIDAK DITERIMA,
298, JP0809298, Rizki Haifa Sari, MTs Negeri Tenggarong, DITERIMA,
299, JP0809299, Muhammad Zuhdi, SMP N Satu Atap 1 Jongkang Loa Kulu, TIDAK DITERIMA,
300, JP0809300, Intan Hardini Mulyo Lestari, SMP N Satu Atap 1 Jongkang Loa Kulu, DITERIMA,
301, JP0809301, Lusi Yulandari, SMP Negeri 4 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
302, JP0809302, Azlan Syahrozi Daulay, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
303, JP0809303, Fitriah, MTs Negeri Tenggarong, DITERIMA,
304, JP0809304, Nita Susanti Setiawati, MTs Negeri Tenggarong, DITERIMA,
305, JP0809305, Ni Gusti Made Putriani, SMP Negeri 3 Tenggarong, DITERIMA,
306, JP0809306, Jumratul Hasanah, SMP Negeri 1 Kota Bangun, TIDAK DITERIMA,
307, JP0809307, Sherlie Restiani, SMP N 2 Tenggarong (filial), Maluhu, TIDAK DITERIMA,
308, JP0809308, Soma Satria Cakra Buana, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
309, JP0809309, Sofyan Hadi, SMP Negeri 1 Loa Kulu, TIDAK DITERIMA,
310, JP0809310, Akhmad Aminuddin, MTs Bahrul Ulum Semayang Kenohan, DITERIMA,
311, JP0809311, Fauzi Abdul Gofar, SMP Muhammadiyah Tenggarong, DITERIMA,
312, JP0809312, Agus Ricyono, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
313, JP0809313, Fahmi Azis, SMP Negeri 3 Loa Kulu, TIDAK DITERIMA,
314, JP0809314, I Made Urip Raharja, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
315, JP0809315, Riza Irmayanti, SMP YPK Tenggarong, DITERIMA,
316, JP0809316, Siti Fatimah, SMP N 2 Tenggarong (filial), Maluhu, TIDAK DITERIMA,
317, JP0809317, Elisa Astuti, SMP YPK Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
318, JP0809318, Karmila Fitriani, SMP Negeri 4 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
319, JP0809319, Febry Rojachintia Saum, SMP Negeri 4 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
320, JP0809320, Raindesty Trandyana, SMP Negeri 2 Marang Kayu, DITERIMA,
321, JP0809321, Akhmad Jamil, MTs Al Kautsar Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
322, JP0809322, Neneng Rahayu, SMP N 2 Tenggarong (filial), Maluhu, TIDAK DITERIMA,
323, JP0809323, Marisa, SMP Negeri 2 Sebulu, TIDAK DITERIMA,
324, JP0809324, Lilik Nuryanti, SMP Negeri 2 Sebulu, DITERIMA,
325, JP0809325, Ayu Nur Pristyaningsih, MTs PPKP Rabiathul Khair Tgr, TIDAK DITERIMA,
326, JP0809326, Veronica Bare Allo, SMP Negeri 5 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
327, JP0809327, Yesi Novitasari, SMP Muhammadiyah Tenggarong, DITERIMA,
328, JP0809328, Fitri Anti, SMP Negeri 2 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,
329, JP0809329, Lela Verawati, MTs Al Kautsar Tenggarong, DITERIMA,
330, JP0809330, Muhammad Kharisma Ramadhan, SMP Negeri 1 Tenggarong, TIDAK DITERIMA,





Jumat, 16 Mei 2008

Strategi yang dianjurkan untuk pengembangan SDM di Indonesia

A. Masalah dan Tantangan Pendidikan di Indonesia
Masalah utama yang terjadi dalam pendidikan menengah umum di Indonesia menurut Dikmenum RI, adalah sebagai berikut :
1. Permasalahan perluasan dan pemerataan pendidikan
2. Masih rendahnya angka partisipasi pendidikan kerena rendahnya kemampuan sebagian besar masyarakat untuk membiayai pendidikan. Terbatasnya daya tampung karena meningkatnya jumlah lulusan SLTP sebagai konsekuensi pelaksanaan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun.
3. Kualitas dan relevansi pendidikan
4. Masih rendahnya prosentase lulusan SMU yang memenuhi persyaratan untuk masuk jenjang     perguruan tinggi.
5. Manajemen dan Pengelolaan Sekolah
6. Belum menciptakan kemandirian sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan

Selanjutnya tantangan yang dihadapi oleh pendidikan menengah umum dapat dirinsi sebagai berikut :
1. Perluasan dan Pemerataan Pendidikan, Bagaimana meningkatkan angka partisipasi yang     masih rendah sehingga dapat sejajar dengan negara – negara Asia lainnya.
2. Kualitas dan Relevansi Pendidikan
3. Bagaimana menyiapkan siswa memasuki perguruan tinnggi, baik akademik maupun      profesional di dalam maupun di luar negeri, penguasaan bahasa asing khususnya bahasa      Inggris sebagai bahasa sains dan teknologi.
4. Kurikulum nasional masih belum mampu menjawab tuntutan daya saing secara internasional.
5. Meningkatkan kemampuan profesional, kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan lainnya,     melalui pemberian akreditasi dan sertifikasi mengajar bidang tertentu yang ditinjau dan     dievaluasi secara periodik.
6. Manajemen Pendidikan
6.1. Bagaimana memberdayakan lembaga pendidikan menengah sebagai pusat pembudayaan        nilai sikap dan kemampuan serta meningkatkan partisipasi keluarga dan masyarakat yang        didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai.
6.2. Bagaimana melakukan pembaharuan dan pemantapan sistem pendidikan menengah umum        berdasarkan prinsip desentralisasi, otonomi keilmuan dan manajemen.
6.3. Bagaimana meningkatkan kualitas lembaga pendidikan menengah yang diselenggarakan        baik oleh masyarakat maupun pemerintah untuk memantapkan sistem pendidikan yang        efektif dan efisien dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.

Dari dua paparan rinci tentang persoalan pendidikan yaitu masalah dan tantangan dunia pendidikan, maka perlu dilakukan analisa kritis tentang rencana strategis pengembangan SDM di Indonesia.

B. Strategi Pengembangan SDM di Indonesia

Strategi pengembangan SDM Melalui Pendidikan Formal
B.1. Perluasan Dan Kesempatan Memperoleh Pendidikan
1. Membangun unit sekolah/ruang kelas baru berikut sarana – prasarananya termasuk sarana     olahraga, yang ditempuh baik melalui anggaran pemerintah (pusat dan daerah) maupun     melalui pemberdayaan pertisipasi masyarakat dengan pengelolaan yang efisien dan kontrol     yang semakin ketat.
2. Mengembangkan model –model alternatif layanan pendidikan yang efisien dan relevan bagi     kelompok masyarakat yang kurang beruntung, baik kerena persoalan ketidakmampuan biaya     maupun persoalan konflik sosial politik, untuk selanjutya dioperasionalkan oleh pengelola     pendidikan daerah.
3. Memberikan beasiswa kepada keluarga miskin dan kepada siswa yang berprestasi dan bagi      siswa yang secara sosial ekonomis tidak beruntung, yang bersumber dari pemerintah dan/     atau masyarakat dengan memperhatikan prinsip pemberdayaan, kesempatan, pemerataan     dan keadilan.
4. Memberikan subsidi selektif untuk sekolah – sekolah swasta dalam bentuk imbal swadaya, sehingga lebih berdaya dalam mengelola pendidikan serta memacu partisipasi yang semakin meluas dari perguruan swasta lainnya.
B.2. Peningkatan Mutu Dan Relevansi Pendidikan
1. Peningkatan kemampuan profesional dan kesejahteraan guru melalui pemberian akreditasi dan sertifikasi mengajar bidang studi dan keahlian. Selain itu, dilakukan peningkatan kemampuan profesional melaui pelatihan – pelatihan dan penataran, memberi peluang kepada guru mengembangkan kemampuan sesuai dengan bidangnya masing – masing.
2. Meningkatkan kesejahteraan guru secara sistematis dan terlembagakan, melalui pemanfaatan program – program yang ada pada lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) atau perguruan tinggi setempat.
3. Meningkatkan penyempurnaan kurikulum pendidikan dengan lebih menekankan pada basis kompetensi dasar, tidak bias jender, meningkatkan ilmu – ilmu dasar, memungkinkan tumbuh dan berkembangnya inovasi pembaharuan dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah sesuai dengan kondisi dan tuntutan masyarakat global serta mengembangkan kompetensi minimum dengan mengacu pada standar internasional yang berlaku.
4. Mengembangkan siswa berprestasi dengan mencari bibit unggul dalam rangka pengembangan siswa unggul pada abad 21, baik melalui organisasi siswa dan kegiatan ekstrakurikuler untuk mengembangkan jiwa kepemimpinan.
5. Melaksanakan model layanan pendidikan alternatif bagi penduduk usia sekolah yang tidak terjangkau dalam pendidikan persekolahan, melaksanakan model layanan pendidikan yang berwawasan keunggulan melalui pola percepatan belajar (accelarated learning)
6. Peningkatan mutu dan relevansi pendidikan menengah diarahkan pada peningkatan efisiensi dan efektivitas proses belajar mengajar melalui pemetaan mutu sekolah, penilaian proses dan hasil belajar secara bertahap dan berkelanjutan serta pengembangan sistem dan alat ukur penilaian pendidikan yang lebih efektif untuk meningkatkan pengendalian dan pengawasan proses pendidikan yang berkualitas.
7. Menggalakan program peningkatan mutu pendidikan berbasis sekolah melalui peningkatan kemampuan kepala sekolah dan guru dalam pengadaan serta pengelolaan sumber – sumber daya pendidikan secara efisien, perawatan fasilitas pendidikan secara optimal, serta penyelenggaraan proses pembelajaran yang mampu memacu kreativitas siswa.
8. Penyusunan sistem dan standar dalam pengadaan, penggunaan dan perawatan sarana dan prasarana pendidikan yang ada, yang pelaksanaannya didukung oleh peran serta masyarkat.
9. Melaksanakan standar pelayanan minimal pendidikan.
10. Penyempurnaan kurikulum sekolah yang memungkinkan tumbuh dan berkembangnya inovasi dan pembaharuan dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah, sehingga dapat mencapai prestasi yang tinggi dengan mengembangkan standar kompetensi minimum nasional yang diujicobakan sebelum dideseminasi secara nasional.
11. Mengembangkan pendekatan pembelajaran yang inovatif atau yang mampu memacu porses belajar yang maksimal serta mencapai prestasi yang tinggi.
12. Pengembangan sistem penilaian yang menggunakan standar internasional secara bertahap, mulai dari lingkungang negara – negara terdekat.
13. Peningkatan efisiensi dan efektivitas proses belajar – mengajar melalui peningkatan kemampuan guru dalam menegelola belajar dan sumber – sumber belajar lainnya, agar dapat mendorong siswa belajar secara maksimal.
14. Peningkatan pengawasan dan akuntabilitas kelembagaan dan pengelolaan sumber daya, dengan memaksimalkan partisipasi masyarakat atau orangtua murid dalam mengontrol serta ikut serta dalam pengambilan keputusan pendidikan di sekolah

B.3. Peningkatan Efisiensi Manajemen Pendidikan Menengah Umum
1. Pengembangan manajemen berbasis sekolah dan masyarakat (school and community based management) dalam rangka meningkatkan kemandirian sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan, dengan peningkatan partisipasi masyarakat agar dapat menjadi mitra kerja pemerintah dalam pembinaan pendidikan menengah.
2. Melaksanakan demokratisasi dan desentralisasi pengelolaan pendidikan SMU melalui peningkatan kemampuan pengelola daerah dan pengelola satuan pendidikan yang didukung oleh partisipasi masyarakat dan orangtua siswa. Untuk itu, dikembangkan model manajemen berbasis sekolah yang didukung oleh kemampuan aparat pengelola daerah.
3. Mengembangkan sistem akreditasi pendidikan SMU yang berorientasi pada peningkatan mutu kelembagaan pendidikan, dengan memanfaatkan para ahli kependidikan di daerah.
4. Memberdayakan personil dan lembaga dikembangkan sistem insentif yang mendorong kompetisi yang sehat antar lembaga dan personil sekolah.
5. Meningkatkan partisipasi masyarakat setempat melalui optimalisasi peran BP3, komite sekolah dalam memobilisasi sumber– sumber untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan sebagai mitra kerja pemerintah.
Strategi Pokok Pemgembangan SDM (pendidikan) non Formal
1. Strategi mengatasi dampak krisis ekonomi terhadap pendidikan (JPS, laju APS, BOS, BOMM, School grant, BKM, BKS, MBS)
2. Strategi perluasan dan pemerataan kesempatan pendidikan
3. (wajar 9-12 tahun, peningkatan layanan pendidikan, spm lembaga pendidikan, partisipasi keluarga dan masyrakat, program beasiswa, peningkatan anggaran pendidikan,)
4. Strategi peningkatan mutu dan relevansi pendidikan
5. (pengembangan kurikulum, pembinaan profesionalisme guru, pendaya gunan sarana dan prasarana)
6. Strategi Pengembangan Sistem dan Manajemen Pendidikan
7. ( rintisan UUSPN, otonomi satuan pendidikan, prakarsa dan kreatifitas daerah, organisasi profesional, layanan pendidikan)
8. Strategi Pemberdayaan kelembagaan pendidikan
9. ( evaluasi dan restrukturisasi kelembagaan, sistem organisasi yang efektif dan efisien, standarisasi kelembagaan, kewenangan kelembagaan)











Sumber bacaan :


1. Jamal, Lisma. 1992, PENGANTAR ILMU PENDIDIKAN, PT. Sinar Garfindo, Jakarta
2. Rochaety, Ety. dkk., 2005, SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENDIDIKAN, Bumi Aksara, Jakarta
3. Tilaar, HAR. Prof., 2004, PARADIGM BARU PENDIDIKAN NASIONAL, Rineka Cipta, Jakarta.
4. Wijaya, Cece. Dkk., 1992, UPAYA PEMBAHARUAN DALAM DUNIA PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN, Remaja Rosda Karya, bandung.
5. _____________, 2003, UNDANG-UNDANG SISDIKNAS 2003, Sinar Grafika, Jakarta.
6. www. depdiknas. go.id., Editorial Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Edisi


Kamis, 15 Mei 2008

KONSEP TEKANAN DALAM ILMU KESEHATAN


TEKANAN
Konsep tekanan merupakan besarnya gaya yang bekerja pada suatu benda tiap satuan luas benda yang terkena pengaruh gaya tersebut.

P = F/A

Dari persamaan matematis tersebut dapat dikatakan bahwa semakin besar gaya yang bekerja makin besar tekanannya ( berbanding lurus ), dan semakin besar Luas penampang tekanannya akan menjadi semakin kecil ( berbanding terbalik )

Sistem satuan tekanan yang digunakan antara lain : Newton/meter2, dyne/cm2, mm Hg, cm Hg, cm H2O, torr, bar, dsb

Tekanan pada tubuh manusia :
1. Tekanan zat cair
    a. Tekanan Darah
    b. Tekanan cairan tubuh
2. Tekanan udara
3. Tekanan dari luar tubuh
     a. tekanan udara luar
     b. tekanan benda-benda dari luar tubuh lainnya
Tekanan Darah :
• Beberapa komponen yang berpengaruh besar pada tekanan darah manusia :
  1. Kerja Jantung
  2. Kondisi dan posisi pembuluh darah
  3. Kandungan Darah
  4. Keadaan Lingkungan

Kerja Jantung
Jantung merupakan organ vital dari proses aliran darah dalam tubuh. Dengan menggunakan sistem vibrasi atau getaran jantung memompa darah keseluruh tubuh. Baik darah bersih maupun darah kotor ( dari pembuluh balik ). Kekuatan tekanan saat bervibrasi akan berpengaruh pada tekanan darah pada setiap pembuluh darah. Darah dalam jantung bergerak dari ruang-keruang melalui katub-katub jantung.

Kondisi dan Posisi Pembuluh Darah
Dalam tubuh manusia terdapat bermacam-macam pembuluh dan masing-masing mempunyai ukuran yang berbeda. Besar kecilnya ukuran pembuluh akan berengaruh pada kecepatan aliran darah pada setiap pembuluh. Jauh dekatnya posisi pembuluh dari jantung juga akan mempengaruhi tekanan darah pada pembuluh. Sistem aliran darah pada pembuluh mengikuti aturan dari hukum Bernoulli dan Hukum Poiseuille. Bahwa aliran darah dalam tubuh akan dipengaruhi oleh faktor tekanan, kekuatan aliran dan tahanan yang berlaku dalam susunan pembuluh darah.

Grafik fungsi tekanan darah pada pembuluh darah.

Selain itu Tekanan darah dalam tubuh juga dipengaruhi oleh vaktor posisi dari tubuh/pembuluh. Pembuluh darah yang berada di kaki akan mempunyai tekanan yang lebih besar dari pada tekanan darah di bagian kepala. Darah merupakan bagian dari zat cair, dan setiap zat cair akan tunduk pada hukum hidrostatis yang menyatakan bahwa tekanan zat cair dipengaruhi oleh faktor ketinggian dan percepatan grafitasi bumi.

P = ρ. g. h

Mengukur tekanan darah
Prinsip kerja alat pengukur tekanan darah sama dengan U-Tube Manometer. Manometer adalah alat pengukur tekanan yang menggunakan tinggi kolom (tabung) yang berisi liquid statik untuk menentukan tekanan. Manset dipasang ‘mengikat’ mengelilingi lengan dan kemudian ditekan dengan tekanan di atas tekanan arteri lengan (brachial) dan kemudian secara perlahan tekanannya diturunkan. Pembacaan tinggi mercuri dalam kolom (tabung manometer) menunjukkan peak pressure (systolic) dan lowest pressure (diastolic).

Prinsip U-Tube Manometer
Tekanan pada titik A sama besarnya dengan pada titik 1. Tekanan di titik 2 adalah tekanan di titik 1 ditambah dengan h1. Tekanan di titik 2 sama dengan tekanan di titik 3, yaitu h2. Berdasarkan persamaan besar tekanan di titik 2 dan titik 3, dapat dituliskan sebuah persamaan :

Fluida pada A dapat berupa liquid atau gas. Bila fluida pada A berupa gas, pada umumnya tekanan h1 dapat diabaikan, karena berat dari gas sangat kecil sehingga P2 hampir sama dengan PA. Oleh karena itu berlaku persamaan :

Dalam kasus alat pengukur tekanan darah, h2 adalah tinggi cairan merkuri pembacaan pada kaca tabung dan adalah berat spesifik dari merkuri.

Berikut ini adalah tambahan penjelasan teknis

Stetoskop biasanya diletakkan diantara lengan (arteri pembuluh darah) dekat siku dan ‘bebatan kain bertekanan’ yang mengikat lengan. Tujuan bebatan kain dipompa (diberi tekanan) agar aliran darah yang melewati pembuluh darah arteri di lengan jadi terhenti. Pada saat tekanan dalam bebatan kain dilepaskan perlahan-lahan, dan kemudian darah mulai dapat mengalir lagi melalui pembuluh darah arteri, maka dari stetoskop akan terdengar suara wussshhhh…(suara sedkit menghentak). Hal itu merupakan pertanda untuk ‘mencatat’ penampakan ukuran pada manometer, yang merupakan tekanan darah systolic. Dan seterusnya sampai suara (wushhh…) tidak terdengar kembali yang mana itu merupakan ukuran tekanan darah dyastolic (dilihat dari displai manometer).

Ukuran tekanan darah normal untuk manusia dewasa (dengan kondisi saat pengukuran normal, tidak setelah berolahraga):
* Systolic : kurang dari 120 mmHg (2,32 psi atau 15 kPa)
* Diastolic : kurang dari 80 mmHg (1,55 atau 10 kPa)

Kamis, 08 Mei 2008

BIOMEKANIKA


Mekanika merupakan salah satu cabang ilmu dari bidang ilmu fisika yang mempelajari gerakan dan perubahan bentuk suatu materi yang diakibatkan oleh gangguan mekanik yang disebut gaya. Mekanika adalah cabang ilmu yang tertua dari semua cabang ilmu dalam fisika. Tersebutlah nama-nama seperti Archimides (287-212 SM), Galileo Galilei (1564-1642), dan Issac Newton (1642-1727) yang merupakan peletak dasar bidang ilmu ini. Galileo adalah peletak dasar analisa dan eksperimen dalam ilmu dinamika. Sedangkan Newton merangkum gejala-gejala dalam dinamika dalam hukum-hukum gerak dan gravitasi.

Biomekanika didefinisikan sebagai bidang ilmu aplikasi mekanika pada system biologi. Biomekanika merupakan kombinasi antara disiplin ilmu mekanika terapan dan ilmu-ilmu biologi dan fisiologi. Biomekanika menyangkut tubuh manusia dan hampir semua tubuh mahluk hidup. Dalam biomekanika prinsip-prinsip mekanika dipakai dalam penyusunan konsep, analisis, disain dan pengembangan peralatan dan sistem dalam biologi dan kedokteran.

Filosof Yunani Aristotle (384-322 SM) adalah orang yang pertama kali melakukan studi secara sistematik terhadap gerakan tubuh manusia. Banyak prinsip yang mendeskripsikan aksi dan karakteristik geometri dari otot. Walaupun penemuan Aristotle untuk menerangkan gerakan banyak mengandung kontradiksi, usaha awal yang telah ia rintis menjadi pondasi bagi studi berikutnya seperti Galen (131-201), Galileo (1564-1643), Borelli (1608-1679), Newton (1642-1727), dan Marey (1830-1904). Studi dari para filosof dan ilmuwan tersebut telah mengakibatkan kita bisa membuktikan bahwa gerakan tubuh manusia merupakan konsekuensi dari interkasi antara otot dan gaya yang diakibatkan oleh lingkungan sekitar tubuh manusia. Seperi yang ditulis oleh Aristotle bahwa binatang yang berjalan membuat posisisnya berubah dengan menekan apa yang ada dibawahnya.

Dengan demikian gerak tubuh merupakan sebuah system biologis yang dapat diakui sebagai hasil interaksi system biologis dengan lingkungan sekelilingnya. Interaksi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya :
• Stuktur dari lingkunngan (bentuk dan stabilitas).
• Medan dari gaya (arah relatif terhadap gravitasi, kecepatan gerakan).
• Stuktur dari sistem (susunan tulang, aktifitas otot, sususan segment dari tubuh, ukuran, integrasi motorik yang dibutuhkan untuk mendukung postur).
• Peranan dari keadaan psikologis (level keatifan, motivasi).
• Bentuk gerakan yang akan dikerjakan (kerangka dari organisasi dari gerakan).

GONIOMETRI

Istilah goniometri berasal dari bahasa Yunani, gonia yang berarti sudut dan metros yang mempunyai makna mengukur. Sedangkan geniometer adalah alat untuk mengukur sudut. Goniometri berhubungan dengan pengukuran sudut yang dibentuk oleh segment dari organ tubuh manusia yang dihubungkan oleh sendi. Dalam prakteknya pengukuran sudut dari sendi, dilakukan dengan melekatkan gonio meter pada segment-segment yang diukur sudutnya. Goniometer dapat digunkan untuk mengukur sudut pada suatu posisi tertentu maupun secara kontinyu dalam melakukan suatu gerakan.

PEMODELAN

Dibutuhkan asumsi-asumsi tertentu untuk membuat penyederhanaan dari sebuah sistem yang kompleks sehingga penyelesaian analitis bisa dicapai. Sebuah model yang lengkap memperhitungkan efek-efek dari keseluruhan bagian penyususn sistem secara detail. Akan tetapi model yang lengkap dan detail sulit diwujudkan dan bila dapat akan sulit menghasilkan solusi dari masalah yang akan diselesaikan. Tidak selalu mungkin untuk memodelkan system secara lengkap dan bahkan kadang-kadang tidak perlu untuk menyertakan setiap detail dari sistem dalam analisis. Sebagai contoh adalah pada hampir semua gerakan tubuh manusia, banyak kelompok otot (muscle) yang terlibat untuk menggerakkan organ-organ tubuh. Akan tetapi untuk keperluan analisis gaya yang terlibat pada sendi dan otot pada suatu gerakan tertentu, pendekatan yang terbaik adalah dengan memprediksi kelompok otot yang mana yang paling aktif dan mengabaikan kelompok otot-otot yang lain.

Pemodelan gerakan tubuh manusia dapat digolongkan berdasarkan pendekatan yang diambil:
Pendekatan teori yang menggunakan basis pengetahuan dalam bidang fisiologi, mekanika, dan robotika untuk merancang persamaan matematika yang mengekspresikan gerakan tubuh manusia. Selanjutnya dapat dipelajari dengan simulasi menggunakan model tersebut dan hasilnya dibandingkan dengan data asli yang diukur dari manusia.
Pengukuran gaya secara langsung untuk mendapatkan model yang representatif menggambarkan hibungan antar variabel dalam gerakan tubuh manusia.

Kedua pendekatan ini akan bertemu, utamanya bila sebuah studi gerakan tubuh manusia diarahkan pada aplikasi tertentu, misalnya analysa patologi maupun rehabilitasi dari suatu kelumpuhan tertentu.

Dasar dari prinsip kerja Biomekanika adalah Hukum Newton yang terdiri dari :
• Hukum I Newton
• Hukum II Newton
• Hukum III Newton

Hukum I Newton
Bunyi Hukum I Newton : Selama jumlah gaya yang bekerja pada sebuah benda sama dengan nol (ΣF = 0) maka benda akan berada dalam keadaan diam atau bergerak secara lurus beraturan (Kecepatannya konstan).
Konsep dari hukum ini dikenal dengan kelembaman ( Inersia ) yaitu sifat suatu benda untuk cenderung mempertahankan kedudukannya. Benda yang diam cenderung untuk diam dan benda yang bergerak cenderung untuk terus bergerak.
Contoh :
• Ketika tubuh dalam keadaan istirahat semua otot dan organ lain juga dalam keadaan relaks. Maka ketika kita akan menggerakkannya harus dimulai dari perlahan lahan ( perlu pemenasan ). Jika secara tiba-tiba digerakkan maka kemungkinan akan mengakibatkan cedera pada organ tersebut.

Hukum II Newton
Jika sebuah benda diberikan gaya maka benda tersebut akan bergerak dan mengalami Percepatan. Percepatan gerak sebuah benda berbanding lurus dengan besarnya gaya yang bekerja dan berbanding terbalik dengan besar masanya.

F = m.a

F = gaya ( newton)
m = massa ( kilogram )
a = percepatan ( meter/sekon2)

konsep berat sama dengan gaya grafitasi berat merupakan hasil kali antara masa dengan percepatan grafitasi ( w = mg )

Contoh :
• Gaya otot yang diperlukan akan lebih besar ketika mengangkat beban yang berat dibandingkan dengan ketika mengangkat beban yang ringan.
• ketika mendorong sebuah sebuah kereta pasien atau kursi dorong gaya yang diperlukan lebih besar ketika mendorong pasien yang berbadan besar dibandingkan dengan ketika mendorong pasien yang bertubuh kecil.

Hukum III Newton
Jika sebuah benda melakukan gaya pada benda lain maka benda tersebut akan mendapatkan balasan gaya yang besarnya sama tetapi arahnya berlawanan. Hukum ini dikenal dengan hukum aksi dan reaksi.

Contoh : Kitika telapak kaki menginjak tanah dan mendorong kearah belakang maka tanah akan membalas dengan memberikan gaya yang besarnya dengan arah kedepan sehingga badan akan terdorong maju.

ATOMIC BOMM